Contoh Naskah Drama Terbaru

Bookmark and Share
Contoh Naskah Drama Terbaru
Buat yang lagi mencari tugas untuk sekolah ataupu yang lainya,dibawah saya mempunyai 4 ada yang panjang ada juga yang pendek kumpulan  Contoh Naskah Drama yang bisa kalian jadikan bahan tugas,semoga bermanfaat :)
Contoh Naskah Drama Terbaru



Contoh Naskah Drama 5 Orang Singkat
Bertema Arti Persahabatan

Suasana pagi cerah di SMPN Pelita Harapan Jakarta mengiringi sebuah kisah keempat sekawan dengan karakter yang berbeda-beda. Namun perbedaan tersebut tidak menjadikan mereka berempat berselisih, tetapi menjadikan mereka mascot dalam persahabatan yang sejati. KARA, MIMI, IGO, dan AFIKA, itulah nama mereka. Mereka selalu kompak dan tampak ceria setiap hari. Jadi tidak heran jika mereka memiliki ribuan teman. Ke epat sekawan tersebut berbincang-bincang sambil berjalan di koridor sekolah.

IGO : “Hey sob, sebentar lagi kita UAN nich, pastinya waktu untuk kumpul-kumpul kita akan tersita buat belajar. Gimana nich?”

MIMI : “Iya bener juga Zha, jadwal kita bakalan jungkir balik gara-gara persiapan UAN. Jadwal shopping, ke salon, creambath, manypadhy, dan pastinya jadwal kencan bareng bakalan ancur. Aduch, bisa-bisa rambut aku rontok nich.”

KARA : “Gak segitunya kalik, tergantung kita juga. Jika kita rajin menabung ilmu, maka kita tidak akan sibuk belajar.”

MIMI : “Ah kamu ini Cha, mentang-mentang anak pintar jadinya sok ceramah. Huh nyebelin.”

IGO : “Sudah-sudah jangan berdebat, apa yang di omongin KARA itu ada benarnya juga. Coba dech kalian bayangin, jika kita rajin belajar kita tidak perlu sibuk-sibuk mikirin UAN, itung-itung siap senjata dulu sebelum perang. Enjoy aja lagi, bener gak?”

MIMI : “Iya-iya Bu guru. Belum masuk kelas aja sudah dapat ceramah dari Ibu KARA dan Ibu IGO, capek dech.”

AFIKA : “Ha…ha…ha…MIMI MIMI dari dulu penyakit marah kamu gak sembuh-sembuh yach.”
(Dengan nada ngeledek)

KARA : “Maklumlah dia itukan The Queen of Angry in the World.”

IGO : “KARA ini sukanya kok ngledekin aku terus. Kalau ngefans sama aku bilang aja dech.”

KARA : “Ih, gak banget dech.”

Bel masuk kelas berbunyi, merekapun masuk kelas untuk mengikuti pelajaran. Waktu cepat berlalu, tak terasa sudah saatnya pulang sekolah.

MIMI : “Guys, mau ke mana nich? Kalian mau langsung pulang atau mau shopping dulu?”

AFIKA : “Maybe, I go home now because I’m tired. Seharian ulangan terus.”

KARA : “Iya sama. Aku juga mau langsung pulang banyak tugas yang harus di kerjakan plus jadwal les aku yang numpuk banget. Maklumlah, aku itukan orang sibuk.”
(Seraya tertawa)

IGO : “Aduch, jadi anak kelas tiga capek banget ya. Dikit-dikit tugas, dikit-dikit ulangan pusing.”

KARA : “Namanya juga sekolah.”

Hari demi hari berganti, namun ada keganjilan dari sikap KARA, sehingga terjadi perselisihan di antara mereka.

MIMI : “Cha, akhir-akhir ini kamu kok sibuk banget yach? Sampai-sampai sahabat sendiri di lupain.”

KARA : “Sorry dech. Akhir-akhir ini aku sibuk ngerjain tugas, les, and belajar buat persiapan UAN nanti.”
IGO : “Yakin kamu nggak bohong sama kita?”

KARA : “Emh, beneran kok. Masak sich kalian nggak percaya sama sahabat sendiri.”

MIMI : “Bukan gitu, akhir-akhir ini kita liat kamu pulang lebih awal, kalau kita ajak kumpul-kumpul, kamu ada aja alasan inilah, itulah, HP kamu juga tidak pernah aktif.”

AFIKA : “Iya, juju raja lagi.”

KARA : “Nggak ada apa-apa kok guys. Sudah jangan di bahas. Nggak ada topik lain yach?”
(Mulai menitikan air mata)

IGO : “Kamu kenapa sich Cha? Cerita dong sama kita.”

MIMI : “Ayo dong Cha cerita sama kita.”

KARA : “Aku nggak kenapa-kenapa kok guys. Kenapa sich kalian nggak percaya?”

AFIKA : “Ugh tau wes. Kamu sudah nggak nganggep kita sahabat lagi.”

KARA : “Iya dech aku cerita.”

AFIKA : “Nah gitu dong. Dari tadi kenapa ceritanya.”

Ternyata KARA ada masalah dengan orang tuanya, dan masalah itu membuat KARA tidak semangat untuk belajar. Saat pulang sekolah IGO, MIMI, dan AFIKA berkumpul di rumah AFIKA.

MIMI : “Guys aku kasian nich sama KARA, dia les uterus.”

(Dengan wajah memelas)

AFIKA : “Emang kamu punya rasa kasian?”

(Dengan nada meledek)

IGO : “Sudahlah nggak usah berantem terus. Tau nggak, kalian itu seperti kucing dan tikus, rebut melulu.”

AFIKA : “Iya aku tau, sorry dech.”

IGO : “Gimana kalau kita tanya ke orang tuanya KARA aja? Jadi kita tau apa yang sebenarnya terjadi antara KARA dengan orang tuanya.”

Akhirnya mereka bertiga datang ke rumah KARA, dan kebetulan pada saat mereka ke rumah KARA, dia sedang les. Setelah mereka dipersilahkan masuk, mereka berbincang-bincang dengan Ibu KARA. Mereka bertiga menanyakan apa yang terjadi antara KARA dengan orang tuanya. Setelah bercerita panjang lebar, dan mereka telah mengetahui apa penyebabnya, mereka mohon undur diri kepada Ibu KARA.

Keesokan harinya MIMI, IGO, dan AFIKA menghampiri KARA yang sedang duduk termenung di dalam kelas.

AFIKA : “Woi.”

(Seraya mengagetkan KARA)

KARA : “Apa-apaan kalian ini, bikin aku kaget aja!”

IGO : “Kok kamu jadi nyalahin kita Cha? Kamu sich pagi-pagi sudah ngelamun, kena setan sekolah baru tau rasa kamu.”

(KARA, MIMI, AFIKA, dan IGO tertawa bersama)

AFIKA : “Cha, kita sudah tau kenapa akhir-akhir ini sikap kamu jadi aneh.”

KARA : “Kalian bicara apa sich, aku nggak ngerti?”

MIMI : “Ampun dech KARAku sayangku cintaku sahabatku jangan tulalit donk. Sudah jelas kita ini lagi bahas sikap kamu yang berubah 180o.”

IGO : “Bener Cha, kita udah tau semuanya.”

KARA : “Kalian ini ada-ada aja, aku biasa aja kalian malah bilang aku berubah segala. Emang apa yang berubah? Aku tetap KARA yang dulu.”

AFIKA : “Nggak Cha, kaum berubah semenjak kamu punya masalah dengan orang tua kamu.”

KARA : “Emang kalian tau apa tentang masalah aku ini? Kalian itu nggak tau apa-apa!”
(Dengan nada membentak)

AFIKA : “Kamu salah Cha, kita tau semuanya.”

KARA : “Maksudnya kalian tau masalhku dengan orang tuaku?”
(Dengan nada terbata-bata)

MIMI : “Yups betul betul betul.”

KARA : “Tapi gimana kalian bisa?”

AFIKA : “Iya kita tau dong. Kemarin kita bertiga sengaja ke rumah kamu buat tanya masalah ini ke ibu kamu, dan ibu kamu cerita semuanya ke kita.”

KARA : “Napa sich kalian ngelakuin hal ini? Lagian kalian bisa langsung tanya sama aku.”

AFIKA : “Kita ngelakuin hal ini karena kita kasian liat kamu kayak gini Cha?”

IGO : “Kita sudah tanya sama kamu tentang hal ini, tapi kamu cuma bilang ada masalah sama orang tua kamu. Kamu nggak jelasin apa masalah yang sebenarnya. Ya udah kita cari tau aja sendiri.”

MIMI : “Terus kita tanya ke ibu kamu dan kita tau kamu kayak gini karena HP sama fasilitas yang kamu punya di tarik sama ibu kamu kan?”

KARA : “Iya, HP sama fasilitas yang ada buat aku ditarik sama orang tua aku. Karena itu aku nggak semangat belajar, lagian tanpa itu semua rasanya hampa. Untung I-pod aku nggak ikut di sandra.”

(Sambil mengeluarkan I-pod miliknya)

MIMI : “What, I-pod baru Cha! Pinjem dong?”

KARA : “Dasar kamu nggak bisa liat barang bagus sedikit.”

MIMI : “Aduch, please dech Cha, tinggal pinjemin aja apa susahnya sich?”

KARA : “Iya ini aku pinjemin, tapi jangan sampai rusak ya?”

MIMI : “Gitu dong, dri tadi napa? Masak pakai ceramah dulu?”

KARA : “Anak ini udah di pinjemin masih aja nyebelin, dasar Miss Lebay.”

IGO : “Kalian ini kok malah rebut soal I-pod sich? Kalian nggak inget kita seKARAng lagi bahas tentang apa?”

AFIKA : “Lebih baik seKARAng kita kembali ke permaslahan awal. Oke?”

KARA, MIMI, IGO : “Oke dech.”

AFIKA : “Menurut aku sikap orang tua kamu ada benarnya juga Cha. Jadi, kamu nggak perlu jadi pendiam kayak gini. Bawa Enjoy aja Cha.”

KARA : “Emang bener. Tapi, tanpa semua itu aku jadi tambah malas belajar karena bosen nggak ada hiburan. Aku sudah cukup tertekan harus belajar terus menerus. Orang tua aku nggak peduli sama aku lagi, mereka selalu nuntut ini, itu tapi mereka nggak mikir gimana perasaanku. Merek hanya tau keinginan mereka harus terpenuhi, tanpa berfikir kemampuan aku. Mereka egois!”

(Sambil menangis)

IGO : “Sudah hapus aia mata kamu. Lebih baik seKARAng kita cari jalan keluarnya.”

MIMI : “Aha, aku punya ide, aku punya ide, ide ini bagus, ide ini untuk kita.”

KARA, MIMI, AFIKA : “Apa? Dasar Miss Lebay.”

MIMI : “Emh, bagaimana kalau kita batasi pemakaian fasilitas yang ada. Selama inikan setiap hari,
setiap jam, setiap menit and setiap detik kita selalu tergantung sama fasilitas yang ada.”

KARA : “Bener juga kamu Ra. Aku jadi sadar, kalau kita selalu tergantung sama fasilitas yang kita punya, kita bakalan jadi anak manja dan selalu tergantung sama apa yang ada. Emang susah buat kita merubah kebiasaan yang sudah mengakar di dalam diri kita. Tapi, apa kalian bisa ninggalin itu semua? Biar aku aja yang menjalankan ini semua. Aku punya sahabat seperti kalian juga sudah cukup buat aku. tapi aku masih butuh paling tidak HP sich.”

(Mereka tertawa bersama)

MIMI : “Emh, gimana ya?”

AFIKA : “Aku bisa kok. Ra, inikan ide kamu, kok malah kamu yang jadi ragu sich?”

MIMI : “Uh, tadi aku nggak usul enak yach. Tapi, aku bisa kok. Demi sahabat aku tersayang. Tapi sesekali nggak apakan?”

AFIKA : “Ya nggak apalah. Namanya juga masih proses. Tpi jangan terlalu sering yach?”

IGO : “Intinya kita setuju sama usul MIMI tadi. Lagian selayaknya sahabat sejati itu selalu ada buat sahabatnya yang lagi butuh bantuan. Kamu sedih, kita juga ikut sedih Cha. Karena kita merasa ada yang hilang. Kita juga ngerasa nggak enak kalau kita having fun, tapi kamunya malah sedih, susah, campur aduk dech. Lagian kita juga harus konsentrasi sama UAN. Bener nggak?”

KARA : “Bener, kalau gitu terima kasih ya guys.”

MIMI, AFIKA, IGO : “Sama-sama. Kita sayang kamu Cha.”
(Sambil berpelukan)
Akhirnya mereka berempat menyepakati perjanjian yang tadi diusulkan MIMI. Mereka berharap hal ini dapat memberikan hasil yang baik pada UAN nanti.

Hari demi hari mereka lalui penuh suka cita, dan tidak terasa waktu UAN telah tiba. Pada waktu pengumuman hasil UAN, mereka lulus dengan nilai yang memuaskan. Dan mereka di terima di SMA yang mereka inginkan selama ini. Sampai SMApun mereka tetap bersama.

============================



 ARTI SEORANG SAHABAT (3 orang)

Pemain:
Deni: bekerja sebagai pelayan di rumah makan
Anwar: pemilik counter pulsa
Joko: bekerja di bengkel mobil

Mereka bertiga adalah sahabat dekat yang sama - sama berasal dari Wonogiri. Mereka sering melakukan kegiatan bersama seperti memancing dan ngobrol bersama di warung kopi ataupun di counter pulsa milik Anwar
Suatu hari Deni yang bekerja di rumah makan melakukan kesalahan fatal, yaitu memecahkan 27 piring saji yang harganya mahal. Untuk bisa mengganti kerugian pihak rumah makan, maka Deni harus bekerja tanpa menerima gaji selama 6 bulan. Akhirnya Deni bersedia diberhentikan dengan tidak hormat.

Anwar: Bagaimana Den, sudah dapat pekerjaan lagi?
------
Deni: belum mas. Sudah berusaha memasukkan lamaran ke beberapa perusahaan tapi blm ada jawaban. Padahal pertengahan bulan ini aku harus membayar uang sewa kamar.
------
Joko: kamu faham tentang mesin mobil ngga Den?
------
Deni: paham sedikit mas. Dulu aku sekolah di STM jurusan mesin
------
Joko: coba masukkan lamaran ke bengkel tempat aku bekerja. Tapi tetap harus melalui masa training dimana selama masa traini tersebut kamu hanya menerima 30% gaji saja
------
Anwar: berapa lama masa trainingnya?
------
Joko: 4 bulan mas
------
Deni: kalau hanya menerima 30% gaji seama training kok kelihatannya berat mas. kebutuhan hidupku banyak banget
------
Anwar: bagaiman kalau selama masa training nanti Deni bekerja di counter pulsa tempatku untuk shift malam. Jadi pagi - siang bisa bekerja di bengkel, sore - malam bekerja di tempatku
------
Joko: Iya usul bagus itu
------
Deni: wah terima kasih sekali mas Joko dan mas Anwar

==================


Perpecahan 3 Sahabat (4orang)

Tema : Persahabatan
Tokoh : Aulia, Andin, Audy, Aldi

Kisah ini terjadi disebuah sekolah yang sangat terkenal bernama SMPN 1 Tunas Bangsa. Disana ada suatu persahabatan yang sangat erat yang bisa mereka sebut dengan 3BG.
Di ruangan kelas yang terdapat berbagai kursi dan meja yang tertata rapi terjadi suatu keributan, yang disebabkan salah satu anggota 3BG.

Aldi    : Kenapa ya...., persahabatan 3BG kok sangat erat ? aku  ingin persahabatan mereka jadi putus, tapi bagaimana caranya ? (diam sambil memikir sesuatu)
Aldi    : Ah…., aku curi saja dompetnya Andin, dan setelah itu aku Taruh saja di tasnya Aulia, Andin dan Audy pasti akan Akan menuduh Aulia.” Terlihat anggota 3BG masuk kedalam kelas tertawa-tawa.
Andin : ( sambil membuka tasnya dan terlihat sedang mencari sesuatu dan wajahnya sangat gelisah )
Audy  : Ada apa Din, kok kayaknya gelisah banget ?
Andin : Aduh gimana nih, dompetku hilang.
Aulia  : Kok bias hilang, mungkin ada di rumah kamu.
Andin : Nggak mungkin, tadi aku inget kok dompetku sudah Ku masukkan kedalam tasku.
(Tiba-tiba Aldi memotong pembicaraan mereka dengan lagak sok tahu)
Aldi   : Aku tahu siapa yang mencuri dompet kamu.
Andin : Emangnya siapa Al ?
Aldi   : Dia adalah sahabatmu sendiri yang bernama Aulia.
Audy : Nggak mungkinlah dia yang mencuri dompetku, kamu kok sok tahu banget sih.
Aldi   : Ya sudah kalau kamu nggak percaya, kamu geledah tasnya Aulia.
Andin : Maafkan aku Lia, aku harus menggeledah tasmu untuk Membuktikan omong kosongnya Aldi.
Aulia  : Ya sudahlah nggak apa ?” Andin dan Audy menggeledah tasnya Aulia dan beberapa lama kemudian dompet Andin ditemukan ditasnya Aulia.
Aldi   : Tuhkan bener kataku, Aulia si miskin itu yang mencurinya.
Andin : Kamu kok tega sih Aulia, kalau kamu butuh uang kamu  tinggal bilang sama kami, bukan begini caranya, selama kami selalu membantu kamu, tapi kamu kok tega banget.
Aulia : Tapi bukan aku yang mencurinya.
Aldi   : Terus kamu tuduh aku yang mencurinya, jelas dompet  Andin ada ditas kamukan?
Audy : Dasar, sudah dikasih hati malah minta jantung.
Andin : Mulai saat ini kamu tidak akan jadi sahabat kamu lagi.
Audy : Dasar kau anak miskin. ( sambil menampar pipi Aulia ) Mereka kemudian duduk ditempat mereka masing-masing
Aulia : Ya Allah, cobaan apa yang kau berikan pada persahabatan  Kami, apa salah kami sehingga kau memberi cobaan ini, Ya Allah kembalikan persahabatan kami seperti dulu lagi.
Beberapa lama kemudian bel pulang berbunyi, Andin dan Audy pulang bersama tanpa Aulia. Diperjalanan pulang Andin menerima telpon dari Papanya yang berada diluar negeri.
Kring………kring…..kring….
Andin : Hallo assalamu alaikum, ada apa Pa, kok tumben telpon aku.
Papa : Waalaikum salam, Din Papa mau kasih kabar ke kamu,  sebelumnya maafkan Papa, perusahaan Papa Disini  bangkrut.
Andin : Apa Pa, bangkrut kok bias begitu ?
Papa : proyek yang Papa Buat mengelami rugi yang sangat besar,  Jadi Papa harus menjual perusahaan Papa untuk membayar ganti rugi.
Andin : Jadi kita jatuh miskin Pa?
Papa : Begitulah, besok Papa dan Mama akan pulang ke Indonesia, dan kita harus cari kontrakan rumah, karena  rumah kita akan di segel oleh bank.
Tiba-tiba Andin memutuskan telpon dengan rasa tidak percaya.
Andin : Ini nggak mungkin. ( sambil membanting HP nya)
Audy : Ada apa Din ?
Andin : Perusahaan Papaku bangkrut dan sekarang aku jatuh  miskin.
Audy : Sabar ya.. Din, ini pasti bias kamu lewati kok.
Andin : Audy kamu adalah sahabat aku yang paling setia  denganku, tolong jangan tinggalkan aku.
Audy : Ya… nggak mungkinlah aku ninggalin kamu, tidak  seperti Aulia yang menghianati sahabatnya sendiri.
Andin : Terima kasih Audy. Tiba-tiba ada motor yang melaju kencang hingga menambrak Audy, untungnya saja Aulia menolong Audy.
Aulia : Awas Audy.( sambil berteriak dan mendorong Audy )
Audy : Kamu nggak apakan Aulia.
Aulia : Nggak aku nggak apa kok.
( Pengendara motor itu kemudian turun dari mobil )
Aldi : Kamu nggak apa kan Aulia.
Aulia, Andin, Audy : Aldi…..
Aldi : Maafkan aku yaaa, aku nggak sengaja.
Audy : Makanya kalau naik motor itu jangan kencang-kencang.
Aldi : Ya.. maafkan aku.
Andin : Ya.... sudahlah nggak apa.
Aldi : Din aku mau ngomong sesuatu sama kamu, tentang  masalah tadi di kelas.
Andin : Emangnya ada apa Al.
Aldi : Sebenarnya yang mencuri dompet kamu itu bukan Aulia, melainkan aku.
Andin : Apa Aldi.
Aldi : Aku iri dengan persahabatan kalian yang sangat erat, makanya itu aku mencoba untuk merusak persahabatan kalian, sekali lagi maafkan aku.
Andin : Jadi bukan Aulia yang mencurinya ?
Audy : Jadi persahabatan kita bersatu lagi dong.
Andin : Bersahabatan kita akan selalu abadi sepanjang masa.
Aulia : Sampai akhir hayat menjemput kita, persahabatan ini  Akan tetap bersatu... bersatu.
Andin : 3BG.
Audy : Three.
Aulia : Beautiful.
Andin : Girl.
( Sambil menujukkan tanda persahabatan mereka yang berupa cincin )
Aldi : Oke deh.
( Sambil mengacungkan jempol )
Akhirnya persahabatan mereka bersatu kembali, dan tidak ada yang memisahkan mereka sampai akhir hayat menjemput.

The End

===================

Drama Kepedulian Sosial (3 orang)
Penokohan/karakter:
- Yudi
- Dedi
- Riza
Pada suatu ketika terdapat tiga orang sahabat dari latar belakang keluarga yang cukup berbeda. Yudi merupakan putra kedua dari tiga bersaudara dengan kadar ekonomi keluarga yang serba pas-pasan. Sementara Dedi adalah anak tunggal dari keluarga kaya dengan omset usaha orangtuanya yang mencapai ratusan juta per bulan. Kendati berlatar belakang yang jauh berbeda, namun mereka sangat akrab bak kakak adik. Sementara Riza merupakan teman baru Dedi dan Yudi. Riza mengikuti orangtuanya yang pindah tempat karena dipindah kerjakan oleh perusahaan tempat dimana Bapak Riza bekerja.
Alur naskah drama singkat
Yudi:
apa kabar Den?
Deni:
baik Yud, kamu sendiri gimana?
Yudi:
aku baik. Oya, kamu Riza baik-baik aja kan?
Riza:
yup, aku baik-baik aja.
Deni:
yud, kamu kemarin kenapa? Kok nggak masuk sekolah tapi nggak ada ngirim suray izin sakit?
Yudi:
aku sebenarnya nggak sakit kok Den.
Deni:
terus kenapa nggak masuk kelas?
Riza:
iya, kenapa Yud?
Yudi:
aku nggak enak aja.
Deni:
nggak enak gimana? Emang kamu kenapa?
Yudi:
sehari sebelum aku bolos aku dipanggil oleh kespek. Aku dikasih tau kalau aku harus ngelunasin biaya pendidikan aku.
Deni:
jadi, kamu masih punya tunggakan?
Yudi:
ya bener Den. Aku bingung banget. Orangtuaku untuk makan aja pas-pasan, tapi masih harus ngurusin beban sekolahku. Aku nggak tau, mungkin aku mau berhenti sekolah aja.
Riza:
jangan Den. Pendidikan itu sangat penting. Gimana dengan masa depan kamu kalau kamu keluar sekolah.
Deni:
iya tu Yud. Kamu perlu sekolah karena pendidikan akan menjadi kunci masa depan kamu.
Yudi:
aku tau, tapi kalian juga tau kalau kondisi keluargaku sangat tidak mendukung.
Riza:
iya juga sih Yud. Aku juga nggak bisa ngebantu apa-apa.
Deni:
baiklah, gini aja besok aku kasih kamu uang untuk pelunasan biaya tanggungan sekolah kamu. Emang kamu butuh berapa?
Yudi:
350.000, kamu serius Den? Aku nggak mau kamu ngebantu aku sampe segitunya?
Deni:
ya serius dong. Segitunya apanya, kamu temen aku, aku temen kamu, temen peduli sama kondisi temennya, jadi kalau kamu sedang kesulitan ya aku bantu, apalagi duit segitu kan buatku nggak susah-suah amat, aku bisa minta orangtuaku dengan baik-baik.
Riza:
iya Den, kamu bener. Kamu emang perlu ngebantu Yudi biar dia tetap bisa lanjtin sekolahnya.
Yudi: aku nggak tau harus bilang apa sama kalian.
Deni:
oke, masalah kamu anggap saja sudah selesai Yud. Ni udah waktunya masuk, yuk ke kelas.
Riza:
ya
Yudi: ya, yuk masuk kelas.


sekian dulu ya...semoga bisa bermanfaat :D

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar